Minggu, 31 Oktober 2010

Tugas Kelompok Sistem Penunjang Keputusan

NAMA KELOMPOK :

(4KA01)

1. A. YULIANA ( 10107001)

2. ARIZKA SEPTIANI (10107264)

3. DEBBY SISCA K (10107430)

4. MITA OKTAWIRANTI (11107875)

5. NINDYA AYU UNTARI (11107227)


Group Support System

A. Definisi Group Support System

Group Support System adalah satu lingkungan berbasis teknologi informasi yang mendukung pertemuan grup, yang didistribusikan secara geografis dan tak permanen. Lingkungan teknologi informasi termasuk, tapi tak terbatas pada, fasilitas terdistribusi, hardware dan software computer, teknologi audio dan video, prosedur, metodologi, bantuan-bantuan, dan grup data teraplikasi.

Tugas grup (Grup tasks) termasuk, tapi tak terbatas pada komunikasi, perencanaan, peneluran ide, penyelesaian masalah, diskusi isu, negosiasi, penyelesaian konflik, analisis dan desain system, dan aktivitas grup bersama-sama seperti persiapan dokumen dan sharing (saling berbagi).

GSS mendukung banyak task / tugas lebih dari sekedar pengambilan keputusan, ia berfokus pada proses-proses yang digunakan oleh kelompok kerja.

B. Groupware

Mengacu pada produk software yang mendukung grup orang-orang yang bekerja menyelesaikan tugas atau tujuan yang sama. Software ini menyediakan mekanisme untuk saling membagi (share) opini dan sumber daya (resources).

Di bawah ini adalah contoh tool dan aplikasi pengembangan groupware:

1. Peneluran ide

2. Pengaturan sesi

3. Produk pengambilan keputusan dengan banyak criteria.

4. Strategic Planning Planner (Perencana perencanaan strategis)


Group Decision Support System

A. Pengertian Group Decision Support System

GDSS adalah system berbasis computer interaktif yang memfasilitasi solusi masalah-masalah tak terstruktur oleh grup pengambil keputusan. Komponen – komponen GDSS meliputi hardware, software, dan orang prosedur.

GDSS merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama. Atau bisa dikatakan GDSS adalah sistem pendukung keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi diantara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware.

B. Ciri Terpenting GDSS

1. GDSS sistem informsi yang di desain khusus, bukan sekedar konfigurasi komponen sistem yang telah ada.

2. GDSS di desain dengan tujuan mendukung grup mengambil keputusan dalam pekerjaannya. Maka GDSS harus meningkatkan proses pegambilan keputusan dan atau hasil keputusan grup dibandingkan dengan keadaan tak menggunakan GDSS.

3. GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan

4. GDSS bisa didesain untuk 1 jenis masalah atau untuk berbagai keputusan organisasional level grup.

5. GDSS di desain untuk mendorong bermacam-macam aktivitas seperti peneluran ide, penyelesaian konflik, dan kebebasan berekspresi.

6. GDSS memiliki mekanisme ikutan yang mengecilkan berkembangnya perilaku negatif grup, seperti konflik yang merusak, miskomunikasi, atau ”groupthink”.

C. Tujuan dan Level-level GDSS

Tujuan dari GDSS adalah untuk meningkatkan produktivitas dan keefektifan pertemuan-pertemuan untuk pengambilan keputusan, baik dengan mempercepat proses pengambilan keputusan atau dengan meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan.

D. Teknologi GDSS

Teknologi GDSS dibagi menjadi 3 level :

Level 1 : Dukungan Proses

Item yang didukung oleh sistem ini:

· Pengiriman pesan / message elektronik diantara para anggota grup.

· Hubungan jaringan ke setiap terminal PC anggota pada anggota grup yang lain, fasilitator, layar buat publik, database, atau sembarang CBIS umum lainnya.

· Layar buat publik tersedia di setiap terminal anggota grup atau dapat dilihat oleh semua anggota di pusat.

· Masukan dalam hal pemungutan suara dan ide yang terlindungi siapa pencetusnya untuk meningkatkan partisipasi anggota grup.

· Pengumpulan ide atau pemungutan suara dari setiap anggota grup untuk mendorong partisipasi dan merangsang kreativitas.

· Penyimpulan dan penampilan ide dan opini, termasuk ringkasan secara elastik dan penampilan jalannya pemungutan suara (pada layar publik).

· Satu format untuk agenda yang dapat disetujui oleh grup untuk membantu organisasi pertemuan

· Menampilkan agenda secara kontinyu, seperti halnya informasi yang lain, untuk menjaga pertemuan tetap pada jadwalnya.

Level 2 : Dukungan Pengambilan Keputusan

Pada level ini software ditambahi kemampuan dalam pemrosesan dan analisis keputusan. Fiturnya :

· Perencanaan dan model keuangan

· Pohon keputusan

· Model probabilitas penilaian

· Model alokasi sumber daya

· Model pertimbangan sosial

Level 3 : Aturan Penugasan

Pada level ini suatu software khusus ditambahi dengan aturan penugasan. Misal, beberapa aturan dapat menentukan urutan pembicaraan, tanggapan yang sesuai, atau aturan pemungutan suara.

D. Komponen GDSS

1. Hardware

a. PC Tunggal

b. PC dan keypad (papan kunci untuk pemungutan suara)

c. Ruang keputusan

d. GDSS terdistribusi

2. Software

· Software GDSS memiliki paket yang mendukung perseorangan, grup, proses, dan tugas-tugas khusus.

· Komponen software GDSS melibatkan paket khusus untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan dan ia memiliki antarmuka user yang mudah digunakan dan fleksibel.

· Software ini mengijinkan individu bekerja sendiri-sendiri; menyediakan juga koleksi umum teks dan pembuatan file, grafis, lembar kerja, database, dan rutin help pada terminal perseorangan.

3. Orang

Komponen orang dalam GDSS melibatkan anggota grup dan fasilitator yang bertanggungjawab melancarkan operasi dari teknologi GDSS.

4. Prosedur

Komponen terakhir GDSS terdiri dari prosedur-prosedur yang mempermudah operasi dan menjadikan grup efektif dalam menggunakan teknologi.

E. Jenis GDSS

1. Sistem pengelolaan koneksi

Menyediakan mekanisme fisik melalui mana orang-orang yang terlibat dalam suatu keputusan dapat berkomunikasi. Misalnya : WAN arsitektur.

2. Manajemen Komunikasi

Meningkatkan arus informasi melalui fasilitas untuk menyimpan, reply, forward, dll. Misalnya : paket suara elektronik dan grup diskusi.

3. Sistem Manajemen konten

Memberikan kecerdasan dalam proses routing – system mengetahui di mana dokumen pergi, setelah pengguna saat ini berakhir dengan itu, atau di mana pesan harus pergi sekali itu dimasukkan. Misalnya : Keputrusan system konferensi.

4. Proses Manajemen

Mengingat isi informasi dalam aliran dalam memutuskan apa yang harus hubungannya dengan manajemen.

F. Keuntungan GDSS :

1. Anonimitas

Mengusir rasa takut yang menyebabkan keputusan yang lebih baik dari berbagai pengambil keputusan hierarki.

2. Parallel Komunikasi

Menghilangkan memonopoli memberikan peningkatan partisipasi, keputusan yang lebih baik.

3. Pencatatatn otomatis

Tidak perlu mencatat, mereka secara otomatis dicatat

4. Kemampuan untuk rapat virtual

Hanya perlu perangkat keras, perangkat lunak dan orang-orang yang terhubung.

5. Portabilitas

Dapat dibentuk untuk menjadi portable ke laptop

6. Potensi Global

Orang bisa terhubung di seluruh dunia

7. Tidak perlu banyak guru computer

G Kekurangan GDSS :

1. Biaya-biaya infrastruktur untuk menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak / kamar /

konektivitas jaringan bisa sangat mahal.

2. Keamanan,

terutama benar ketika perusahaan sewa fasilitas untuk GDSS, juga fasilitator mungkin tingkat yang lebih rendah karyawan yang dapat membocorkan informasi kepada rekan.

3. Kegagalan teknis,

daya yang hilang, kehilangan konektivitas, sangat bergantung pada bandwith dan LAN / WAN infrastruktur baik system setup harus meminimilkan risiko ini.

4. Keyboard Keterampilan,

dikurangi partisipasi dapat mengakibatkan karena frustasi.

5. Pelatihan

Kurva belajar hadir bagi pengguna, bervariasi dengan situasi

6. Persepsi pesan

Kurangnya komunikasi verbal bisa mengakibatkan salah tafsir.

H. Implikasi masa depan GDSS :

· Mengintegrasikan ke dalam kerangka kerja perusahaan yang ada.

· GDSS membawa perubahan yang harus dikelola

· GDSS akan menggabungkan Artificial Intelligence and Expert Systems – software akan belajar dan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik.

· Penurunan biaya akan memungkinkan banyak organisasi untuk menggunakan GDSS.

· Meningkatkan pelaksanaan GDSS dengan pelanggan

· Suara pelanggan kebutuhan mereka dalam lingkungan yang tidak mengancam.

Selasa, 12 Oktober 2010

Tugas Softskill Pengantar Telematika

Tugas Softskill Pengantar Telematika

Nama Kelompok Npm
Chandra Halimy 10107376
Debby Sisca K 10107430
Devita Nurinsani 10107470


Telematika

Sejarah Telematika
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika.

Pengertian Telematika
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Telematika
Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi.
Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital.
Dalam perkembangannya istilah media dalam telematika berkembang menjadi wacana multimedia. Hal ini sedikit membingungkan, karena istilah multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium.
Jika istilah telematika dipahami sebagai akronim telekomunikasi, multimedia dan informatika adalah suatu ambiguitas. Secara garis besar istilah teknologi informasi, telematika, multimedia maupun Iinformation and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).



Ragam Bentuk Telematika
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sector
• E-government
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI).

• E-Commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim.

• E-Learning
adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.

Perkembangan Telematika di Indonesia
Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.

2. Periode pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu.

3. Periode Aplikasi
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik, selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.


Senin, 06 September 2010

Curhat Session 2

01 October 2010
10.01 am

Gak terasa magang udah 3 bulan, dan selama 3 bulan gue gak cuma cengak-cengok aja sperti awal" gue baru masuk.
hiihi..
Event pertama yg gue kerjain saat gue magang adalah SCP "Student Creative Promo", acara ini untuk siswa - siswa SMP dan SMA . Mereka yg turut serta akan dibagikan perdana IM3 dan harus menyebarkan perdana tersebut, perdana tersebut harus aktif . Mereka juga harus membuat promo creative dengan membuat mading/pamflet/apapun sbgai media promo mereka . Sekolah yang paling banyak menyebarkan perdana dan aktif ditambah dan creative promo nya paling menarik maka akan keluar menjadi pemenangnya.
:)
Naaahhhh tugas gue selama ada event itu adalah meng-input ribuan nomer IM3 (gak sendiri sih, gue juga dibantu sama temen sesama KPT 16 indosat juga *Afif Ash Shiddiq*), setelah nomer itu gue input kemudian nomer itu di kirimkan ke dealer indosat untuk di aktifasi (jadi nanti para siswa yg dapet nih kartu gak perlu registrasi ke 4444 lagi, kartu itu juga uda jadi komunitas). Setelah tuh kartu di aktifasi baru deh di sebar ke sekolah" .
Nahhh klo mentor gue *mba Yustinar atau yang akrab di panggil dengan mba Yusi* dia kerjaanya tuh membuat rekap atau laporan box berapa aja yg udah disebar dan disebar kemana aja . Naahh kadang selain input dan nyabarin kartu kerjaan gue juga nelponin orang untuk dikonfirmasilah, untuk diingetin lagi lah sama SCP dll.
Lama-lama gue seneng juga magang disini. Orangnya asik" gak taunya. hihhihi
Disini ada Pak Yudi sbgai Manager Indirect sales Jakut, Pak Uje *Ujang* sbg apa yaahhh??? mmmm wakil kaliii yah , hihihihi, trus ada Pak Haji Rahmat, ada Kak Bowo, Kak Kahfi,Kak abi sebagai Korlap *Koordinator Lapangan* JKU, Mba Yusi, Pak Abdul+Pak Muhadi *lonyot*+ Firman *jablay* sebagai supir area jakut. hihiihihi...

Nahhh bagi sekolah yang ikut dalam SCP ini, mereka bakal ikut Rafting tuhh tapiii gue gak ikut karena pas event itu bertepatan dengan hari Ultah bokap gue..
3bulan jadi bagian team bikin gue mulai menyatu dengan pekerjaan ini. Tapi sayangnyaa kmrn, tepat 30 Sept 2010 masa KPT gue habiss..
:(
hari terakhir gue ada event nobar indosat gitu di setia budi, setelah itu ke kantor dan input nomer lagi..
sebelum gue pulang, poto" dulu di kantor..
hadooooohhh pas pamit sama smua orang dikantor, hampir aja gue netesin airmata *lebaaayyy* . Banyak bgt hal yg sering di lewarin bareng" apalagi klo pas nyebarin kartu ke sekolah", sekalian jalan" dehhh.. malahhh pernah kita nnton bioskop pas abis nyebar kartu..hahahahahaha :D

Dari KPT ini bukan hanya nambahin kenalan aja, tapiii banyaaaakkkk banget yg gue bisa pelajari..gue harap apa yg gue pelajari di KPT bisa berguna apalagi saat nnti gue lulus trus kerja :)
smoga aja bisa punya team seperti team marcomm JKU :D
 
mystory Design by: Yanmie at Permata Hatiku