Senin, 01 November 2010

Tugas Kelompok Keamanan Komputer

KRIPTOGRAFI
Nama Kelompok:
Aji Widhi Wibobo (10107114)
Debby Sisca K (10107430)

Pendahuluan

Kriptografi telah dikenal sejak lama. Pada saat Raja Romawi Julius Caesar hingga saat Perang Dunia, komunikasi antar jendral, unit tempur, dan mata-mata dienkripsi untuk mencegah kebocoran rencana strategi perang kepada musuh. Saat ini, enkripsi seringkali tidak kita sadari ada di sekitar kita. Misalnya pada saat bertransaksi di ATM, e-banking, bahkan pada saat kita login di komputer kita juga menggunakan enkripsi password.


Pengertian

Kriptografi adalah studi yang mempelajari tentang enkripsi / menyembunyikan informasi. Hal ini dilakukan dengan cara merubah informasi ke dalam bentuk lain yang tidak dapat dimengerti oleh manusia pada umumnya. Informasi sebelum dikirim kepada penerima akan dikenakan operasi tertentu (enkripsi) yang membuat informasi menjadi berbeda sekali dengan aslinya kemudian dikirimkan dan setelah sampai pada penerima akan dilakukan pembalikan operasi (dekripsi) yang dikenakan pada informasi sehingga informasi tersebut akan kembali seperti aslinya.

Enkripsi merupakan proses merubah bentuk informasi menggunakan cara tertentu yang membuat infromasi tersebut dapat terbaca oleh orang-orang yang tidak berwenang. Orang yang tidak berwenang ini diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki pengetahuan tertentu untuk membaca informasi terenkripsi. Kebalikan dari enkripsi adalah dekripsi yang merubah bentuk informasi yang telah dienkripsi menjadi dapat kembeli dibaca seperti semula.

Manfaat dari enkripsi adalah agar informasi yang akan dikirimkan terjaga kerahasiannya dan nantinya hanya dapat dimengerti oleh si penerima yang dituju oleh pengirim tanpa terjadi kebocoran informasi di tengah perjalanan.


Algoritma Enkripsi

Dalam proses enkripsi dan dekripsi saat ini digunakan key tertentu agar informasi dapat dirubah dan dikembalikan persis sama seperti bentuk aslinya untuk itu diperlukan key di dalam prosesnya. Ada dua jenis algoritma enkripsi pada umumnya yaitu:
 Symmetric-key Encryption
 Public-key Encryption

Perbedaan mendasar pada kedua algoritma enkripsi tersebut terletak pada key yang digunakan. Symmetric-key encryption menggunakan hanya satu key untuk melakukan enkripsi dan dekripsi sedangkan public-key encription menggunakan key yang berbeda untuk melakukan enkripsi dan dekripsi.

Symmetric-key Encription Algorithm

Symmetric-key Encryption menggunakan key yang sama dalam melakukan enkripsi dan dekripsi.


Pada gambar 1 di atas menunjukkan symmetric-key pada proses enkripsi dan dekripsi yang digunakan adalah sama. Informasi akan tetap aman selama symmetric-key yang digunakan hanya diketahui oleh pengirim dan penerima saja. Kelebihannya, informasi dapat kembali didapatkan oleh penerima dengan mudah hanya dengan mengetahui symmetric-key saja. Namun, resikonya siapapun yang mengetahui symmetric-key tersebut maka juga bisa mendapatkan infromasinya. Contoh program aplikasi yang menggunakan algoritma ini untuk enkripsi dan deskripsi adalah TrueCrypt, Aloaha, BestCrypt, CrossCrypt, Private Disk.

Public-key Encryption Algorithm

Public-key Encription tidak seperti symmetric-key encryption yang menggunakan key yang sama untuk enkripsi dan dekripsi, tetapi menggunakan key yang berbeda untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Pada jenis enkripsi ini dikenal dua buah key yaitu public-key dan private-key. Public-key boleh dengan bebas diinformasikan oleh seseorang (si penerima) kepada siapapun. Sedangkan private-key adalah khusus diketahui oleh si penerima dan tidak boleh diketahui orang lain. Si pengirim informasi memiliki key untuk melakukan enkripsi yang disebut dengan public-key sedangkan si penerima memiliki key sendiri untuk melakukan dekripsi yang disebut dengan private-key.


Gambar 2 memperlihatkan proses enkripsi dilakukan olen pengirim dengan menggunakan public-key. Public key di sini adalah public-key milik penerima. Jadi sebelumnya si penerima sudah terlebih dahulu memberitahukan public-key miliknya kepada si pengiri untuk melakukan enkripsi. Kemudian setelah informasi yang dienkripsi diterima selanjutnya dilakukan proses dekripsi dengan mempergunakan private-key milik penerima yang hanya dia sajalah yang tahu. Program aplikasi yang menggunakan algoritma public-key encryption adalah PGPDisk, GNU Privacy Guard, Gpg4win, Claws Mail, Mutt, Psi, MCabber.


***





Sumber:
http://docs.sun.com/source/816-6154-10/contents.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Cryptography
http://en.wikipedia.org/wiki/Public-key_cryptography
http://en.wikipedia.org/wiki/Symmetric-key_algorithm

Minggu, 31 Oktober 2010

Tugas Kelompok Sistem Penunjang Keputusan

NAMA KELOMPOK :

(4KA01)

1. A. YULIANA ( 10107001)

2. ARIZKA SEPTIANI (10107264)

3. DEBBY SISCA K (10107430)

4. MITA OKTAWIRANTI (11107875)

5. NINDYA AYU UNTARI (11107227)


Group Support System

A. Definisi Group Support System

Group Support System adalah satu lingkungan berbasis teknologi informasi yang mendukung pertemuan grup, yang didistribusikan secara geografis dan tak permanen. Lingkungan teknologi informasi termasuk, tapi tak terbatas pada, fasilitas terdistribusi, hardware dan software computer, teknologi audio dan video, prosedur, metodologi, bantuan-bantuan, dan grup data teraplikasi.

Tugas grup (Grup tasks) termasuk, tapi tak terbatas pada komunikasi, perencanaan, peneluran ide, penyelesaian masalah, diskusi isu, negosiasi, penyelesaian konflik, analisis dan desain system, dan aktivitas grup bersama-sama seperti persiapan dokumen dan sharing (saling berbagi).

GSS mendukung banyak task / tugas lebih dari sekedar pengambilan keputusan, ia berfokus pada proses-proses yang digunakan oleh kelompok kerja.

B. Groupware

Mengacu pada produk software yang mendukung grup orang-orang yang bekerja menyelesaikan tugas atau tujuan yang sama. Software ini menyediakan mekanisme untuk saling membagi (share) opini dan sumber daya (resources).

Di bawah ini adalah contoh tool dan aplikasi pengembangan groupware:

1. Peneluran ide

2. Pengaturan sesi

3. Produk pengambilan keputusan dengan banyak criteria.

4. Strategic Planning Planner (Perencana perencanaan strategis)


Group Decision Support System

A. Pengertian Group Decision Support System

GDSS adalah system berbasis computer interaktif yang memfasilitasi solusi masalah-masalah tak terstruktur oleh grup pengambil keputusan. Komponen – komponen GDSS meliputi hardware, software, dan orang prosedur.

GDSS merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama. Atau bisa dikatakan GDSS adalah sistem pendukung keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi diantara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware.

B. Ciri Terpenting GDSS

1. GDSS sistem informsi yang di desain khusus, bukan sekedar konfigurasi komponen sistem yang telah ada.

2. GDSS di desain dengan tujuan mendukung grup mengambil keputusan dalam pekerjaannya. Maka GDSS harus meningkatkan proses pegambilan keputusan dan atau hasil keputusan grup dibandingkan dengan keadaan tak menggunakan GDSS.

3. GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan

4. GDSS bisa didesain untuk 1 jenis masalah atau untuk berbagai keputusan organisasional level grup.

5. GDSS di desain untuk mendorong bermacam-macam aktivitas seperti peneluran ide, penyelesaian konflik, dan kebebasan berekspresi.

6. GDSS memiliki mekanisme ikutan yang mengecilkan berkembangnya perilaku negatif grup, seperti konflik yang merusak, miskomunikasi, atau ”groupthink”.

C. Tujuan dan Level-level GDSS

Tujuan dari GDSS adalah untuk meningkatkan produktivitas dan keefektifan pertemuan-pertemuan untuk pengambilan keputusan, baik dengan mempercepat proses pengambilan keputusan atau dengan meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan.

D. Teknologi GDSS

Teknologi GDSS dibagi menjadi 3 level :

Level 1 : Dukungan Proses

Item yang didukung oleh sistem ini:

· Pengiriman pesan / message elektronik diantara para anggota grup.

· Hubungan jaringan ke setiap terminal PC anggota pada anggota grup yang lain, fasilitator, layar buat publik, database, atau sembarang CBIS umum lainnya.

· Layar buat publik tersedia di setiap terminal anggota grup atau dapat dilihat oleh semua anggota di pusat.

· Masukan dalam hal pemungutan suara dan ide yang terlindungi siapa pencetusnya untuk meningkatkan partisipasi anggota grup.

· Pengumpulan ide atau pemungutan suara dari setiap anggota grup untuk mendorong partisipasi dan merangsang kreativitas.

· Penyimpulan dan penampilan ide dan opini, termasuk ringkasan secara elastik dan penampilan jalannya pemungutan suara (pada layar publik).

· Satu format untuk agenda yang dapat disetujui oleh grup untuk membantu organisasi pertemuan

· Menampilkan agenda secara kontinyu, seperti halnya informasi yang lain, untuk menjaga pertemuan tetap pada jadwalnya.

Level 2 : Dukungan Pengambilan Keputusan

Pada level ini software ditambahi kemampuan dalam pemrosesan dan analisis keputusan. Fiturnya :

· Perencanaan dan model keuangan

· Pohon keputusan

· Model probabilitas penilaian

· Model alokasi sumber daya

· Model pertimbangan sosial

Level 3 : Aturan Penugasan

Pada level ini suatu software khusus ditambahi dengan aturan penugasan. Misal, beberapa aturan dapat menentukan urutan pembicaraan, tanggapan yang sesuai, atau aturan pemungutan suara.

D. Komponen GDSS

1. Hardware

a. PC Tunggal

b. PC dan keypad (papan kunci untuk pemungutan suara)

c. Ruang keputusan

d. GDSS terdistribusi

2. Software

· Software GDSS memiliki paket yang mendukung perseorangan, grup, proses, dan tugas-tugas khusus.

· Komponen software GDSS melibatkan paket khusus untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan dan ia memiliki antarmuka user yang mudah digunakan dan fleksibel.

· Software ini mengijinkan individu bekerja sendiri-sendiri; menyediakan juga koleksi umum teks dan pembuatan file, grafis, lembar kerja, database, dan rutin help pada terminal perseorangan.

3. Orang

Komponen orang dalam GDSS melibatkan anggota grup dan fasilitator yang bertanggungjawab melancarkan operasi dari teknologi GDSS.

4. Prosedur

Komponen terakhir GDSS terdiri dari prosedur-prosedur yang mempermudah operasi dan menjadikan grup efektif dalam menggunakan teknologi.

E. Jenis GDSS

1. Sistem pengelolaan koneksi

Menyediakan mekanisme fisik melalui mana orang-orang yang terlibat dalam suatu keputusan dapat berkomunikasi. Misalnya : WAN arsitektur.

2. Manajemen Komunikasi

Meningkatkan arus informasi melalui fasilitas untuk menyimpan, reply, forward, dll. Misalnya : paket suara elektronik dan grup diskusi.

3. Sistem Manajemen konten

Memberikan kecerdasan dalam proses routing – system mengetahui di mana dokumen pergi, setelah pengguna saat ini berakhir dengan itu, atau di mana pesan harus pergi sekali itu dimasukkan. Misalnya : Keputrusan system konferensi.

4. Proses Manajemen

Mengingat isi informasi dalam aliran dalam memutuskan apa yang harus hubungannya dengan manajemen.

F. Keuntungan GDSS :

1. Anonimitas

Mengusir rasa takut yang menyebabkan keputusan yang lebih baik dari berbagai pengambil keputusan hierarki.

2. Parallel Komunikasi

Menghilangkan memonopoli memberikan peningkatan partisipasi, keputusan yang lebih baik.

3. Pencatatatn otomatis

Tidak perlu mencatat, mereka secara otomatis dicatat

4. Kemampuan untuk rapat virtual

Hanya perlu perangkat keras, perangkat lunak dan orang-orang yang terhubung.

5. Portabilitas

Dapat dibentuk untuk menjadi portable ke laptop

6. Potensi Global

Orang bisa terhubung di seluruh dunia

7. Tidak perlu banyak guru computer

G Kekurangan GDSS :

1. Biaya-biaya infrastruktur untuk menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak / kamar /

konektivitas jaringan bisa sangat mahal.

2. Keamanan,

terutama benar ketika perusahaan sewa fasilitas untuk GDSS, juga fasilitator mungkin tingkat yang lebih rendah karyawan yang dapat membocorkan informasi kepada rekan.

3. Kegagalan teknis,

daya yang hilang, kehilangan konektivitas, sangat bergantung pada bandwith dan LAN / WAN infrastruktur baik system setup harus meminimilkan risiko ini.

4. Keyboard Keterampilan,

dikurangi partisipasi dapat mengakibatkan karena frustasi.

5. Pelatihan

Kurva belajar hadir bagi pengguna, bervariasi dengan situasi

6. Persepsi pesan

Kurangnya komunikasi verbal bisa mengakibatkan salah tafsir.

H. Implikasi masa depan GDSS :

· Mengintegrasikan ke dalam kerangka kerja perusahaan yang ada.

· GDSS membawa perubahan yang harus dikelola

· GDSS akan menggabungkan Artificial Intelligence and Expert Systems – software akan belajar dan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik.

· Penurunan biaya akan memungkinkan banyak organisasi untuk menggunakan GDSS.

· Meningkatkan pelaksanaan GDSS dengan pelanggan

· Suara pelanggan kebutuhan mereka dalam lingkungan yang tidak mengancam.

 
mystory Design by: Yanmie at Permata Hatiku